Kenapa mandi di pantai boros sabun ?
Ditulis oleh EG Giwangkara S di/pada Jumat, September 29 2006
![]()
Jika kita melakukan kegiatan mencuci, baik mandi atau mencuci pakaian setelah main di pantai, mungkin tanpa disadari kita akan menghabiskan banyak sabun dibandingkan jika kita mencuci di tempat yang jauh dari pantai. Mengapa demikian ?
Hal itu besar kemungkinan terjadi karena air yang kita gunakan mempunyai kesadahan yang tinggi, meskipun itu bukan merupakan penyebab satu-satunya. Lalu apa itu ‘kesadahan’ ? Dan mengapa terjadi demikian ?
Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Penyebab air menjadi sadah adalah karena adanya ion-ion Ca2+, Mg2+. Atau dapat juga disebabkan karena adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam bervalensi banyak) seperti Al, Fe, Mn, Sr dan Zn dalam bentuk garam sulfat, klorida dan bikarbonat dalam jumlah kecil.
Pengertian kesadahan air adalah kemampuan air mengendapkan sabun, dimana sabun ini diiendapkan oleh ion-ion yang saya sebutkan diatas. Karena penyebab dominan/utama kesadahan adalah Ca2+ dan Mg2+, khususnya Ca2+, maka arti dari kesadahan dibatasi sebagai sifat / karakteristik air yang menggambarkan konsentrasi jumlah dari ion Ca2+ dan Mg2+, yang dinyatakan sebagai CaCO3.
Kesadahan ada dua jenis, yaitu :
- Kesadahan sementara
Adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya garam2 bikarbonat, seperti Ca(HCO3)2, Mg(HCO3)2.
Kesadahan sementar ini dapat / mudah dieliminir dengan pemanasan (pendidihan), sehingga terbentuk encapan CaCO3 atau MgCO3.
Reaksinya:
Ca(HCO3)2 —dipanaskan- –> CO2 (gas) + H2O (cair) + CaCO3 (endapan)
Mg(HCO3)2 —dipanaskan- –> CO2 (gas) + H2O (cair) + MgCO3 (endapan)
- Kesadahan tetap
Adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya garam2 klorida, sulfat dan karbonat, misal CaSO4, MgSO4, CaCl2, MgCl2.
Kesadahan tetap dapat dikurangi dengan penambahan larutan soda – kapur (terdiri dari larutan natrium karbonat dan magnesium hidroksida ) sehingga terbentuk endapan kaslium karbonat (padatan/endapan) dan magnesium hidroksida (padattan/endapan) dalam air.
Reaksinya:
CaCl2 + Na2CO3 —–> CaCO3 (padatan/endapan) + 2 NaCl (larut)
CaSO4 + Na2CO3 —–> CaCO3 (padatan/endapan) + Na2SO4 (larut)
MgCl2 + Ca(OH)2 —–> Mg(OH)2 (padatan/endapan) + CaCl2 (larut)
MgSO4 + Ca(OH)2 —–> Mg(OH)2 (padatan/endapan) + CaSO4 (larut)
Satuan ukuran kesadahan ada 3, yaitu :
1. Derajat Jerman, dilambangkan dengan °D
2. Derajat Inggris, dilambangkan dengann °E
3. Derajat Perancis, dilambangkan dengam °F
Dari ketiganya yang sering digunakan adalah derajat jerman, dimana 1 °D setara dengan 10 mg CaO per liter. artinya jika suatu air memiliki kesadahan 1 °D maka didalam air tersebut mengandung 10 mg CaO dalam setiap liternya.
Dari keterangan diatas mungkin bisa saya beri contoh paling sederhana yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari mengenai kesadahan, yaitu :
Jika di suatu tempat anda mencuci apapun menggunakan sabun dan ternyata busa yang terbentuk jumlahnya dibawah perkiraan anda atau tidak seperti biasanya sehingga utuk memperbanyak busa (karena sugesti bahwa mencuci yang baik harus banyak busa) anda harus menambah sabun sehingga mengakibatkan boros sabun, maka besar kemungkinan air yang digunakan utnuk mencuci tersebut memiliki kesadahan tinggi. Hal itu terjadi karena sebagian sabun yang ditambahkan kedalam air bereaksi dengan garam karbonat dari Ca2+ dan Mg2+.
Jika menemukan endapan putih seperti bedak atau kadang berbentuk kerak didasar panci untuk memasak air, maka besar kemungkinan air yang dimasak tersebut memiliki kesadahan tinggi. Hal itu terjadi karena gas CO2 lepas saat pemanasan, sehingga yang tertinggal hanya endapan karbonat, terutama kalsium karbonat (lihat reaksi no. 1 diatas).









Kang Kombor berkata
Om Giwang, saya pernah ke Surabaya dan nginep di AAL. Di sana mandi pakai sabun juga boros karena busa nggak kunjung muncul. Kenapa itu Om? Apa karena air di sana sudah kemasukan air laut?
givangkara berkata
kalo ga salah AAL tuh deket tanjung perak n persis di pinggir pantai surabaya menghadap ke selat madura. jadi air tanahnya payau (campuran air tawar dan air laut), so kesahananya mesti tinggi juga.
abahapis berkata
Sabun pada prinsipnya adalah garam, garam yang mengandung logan alkali(Na) dari asam lemak.
Salah satu kelemahan sabun adalah pada air keras (air yang mengandung ion dari Mg, Ca dan Fe.) sabun akan mengendap sebagai lard.
EG Giwangkara S berkata
terimakasih atas tambahan informasinya, abah…
p4r4d1s3 berkata
lard itu apa?
EG Giwangkara S berkata
maksudnya tuh endapan garam karbonat dari Mg, Ca dan Fe.
Iwan berkata
Saya mempunyai masukan mengenai artikel anda “Kenapa mandi di pantai boros sabun?” Di dalam artikel ini Bapak Giwangkara menjelaskan bahwa satuan ukuran kesadahan yang biasa digunakan ada derajat Jerman (oD) yang berarti 1 derajat jerman sama dengan 10 ppm (Mg/L) CaO.
Tetapi menurut wikipedia,
http://en.wikipedia.org/wiki/Water_hardness
http://en.wikipedia.org/wiki/DGH
konversi yang bapak terangkan adalah merupakan Degrees of General Hardness (dGH). 1 dGH corresponds to 10 mg of calcium oxide or magnesium oxide per litre of water.
Di sana dijelaskan bahwa “One degree German corresponds to one part calcium oxide in 100,000 parts of water”
Tabel konversi juga dapat anda temukan di:
http://www.unitedutilities.com/?OBH=4050
PS: pertanyaan sama yang telah saya utarakan pada page “About Giwangkara” bisa anda hapus. karena lebih tepat pertanyaannya saya lakukan di sini.
p4r4d1s3 berkata
thanks om giwang…nice to know u..
Kris berkata
air di tempat tinggal saya emiliki kandungan kapur yang cukup tinggi, hingga sering menyebabkan panci dan peralatan memasak air berkerak akibat endapan kapur tersebut.
Ember yang kami gunakan untuk menampung airpu lama kelamaan juga akan berkerak. Gimana ya caranya mengurangi kandungan kapur yang ada?
EG Giwangkara S berkata
Coba pH air bakunya anda naikkan sampai diatas 8 dengan penambahan NaOH dan diaduk lalu biarkan semalaman. Mestinya kapur akan mengendap sebagai Ca(OH)2. Baru kemudian pH nya diturunkan kembali menggunakan tawas.
wahyu berkata
klo air laut dipake bwt nyerap co2 diudara bisa g…nantiny kan jd caco3.di air laut kan ada ion ca++
kamajaya berkata
om, gimana kalau air laut diolah menjadi air minum yang layak dikonsumsi, mugkin gak om? kalau di tinjau dari segi efisiensi gmn?