NgélMu – aNgél sadurungé keteMu

Bio Ethanol, Sebagai Bahan Bakar Kendaraan dan Pengendaranya

Posted by EG Giwangkara S pada Senin, 16 Oktober 2006

Bioethanol AdvertisingBulan Oktober tahun lalu sebuah berita di BBC menyebutkan tentang ujicoba penggunaan Bioethanol sebagai alternatif pengganti bahan bakar kendaraan (BBC Newsnight : Bahan Bakar Kereta Dari Sapi). Ujicoba ini dilakukan di kawasan selatan Inggris dan baru melibatkan beberapa puluh kendaraan saja.

Di Indonesia sendiri pemasaran Bioetanol telah dilakukan oleh Pertamina dengan total pemasaran Bioetanol/hari sampai pertengahan Agustus 2006 sekitar 600.000 liter/hari untuk Bio Ethanol (E5), meskipun masih terbatas di Kota Malang. Pemasaran Bioetanol ini agak terhambat karena terbatasnya pasokan ethanol, sehingga membuat Pertamina belum bisa secara luas memasarkannya.

Bioethanol adalah ethanol (ethyl alcohol / C2H5OH) yang diproduksi dari bahan nabati. Untuk ujicoba ini ethanol dibuat dari limbah pabrik gula yang difermentasi. Saat ini penggunaan bioethanol tadi masih sebagai campuran bahan bakar bensin biasa, walaupun suatu saat nanti mungkin mesin khusus berbahan bakar ethanol murni akan diproduksi secara massal.

Bioethanol Advertising

Bayangkan saja, ethanol yang juga merupakan komponen minuman keras bisa berguna mengurangi emisi karbon dari bahan bakar energi fosil yang selama ini kita gunakan. Sungguh suatu penemuan yang berguna bagi kehidupan manusia.

Pengoplosan

Kemungkinan pengoplosan bahan bakar masih tetap ada, meskipun berbahan dasar ethanol. Hanya saja pengoplosan tidak dilakukan antar bahan bakar untuk pertimbangan ekonomi sebagaimana kita ketahui selama ini, tapi kemungkinan dilakukan oleh orang bodoh yang gemar minum alkohol. Sehingga fungsi Bioethanol bukan saja sebagai bahan bakar kendaraan, tapi juga menjadi ‘bahan bakar’ bagi pengendaranya…

Sebagian kalangan menganggap alkohol diperlukan untuk menghangatkan badan khususnya di negara yang tidak beriklim tropis. Lucunya, di Indonesia yang merupakan negara tropis kita sering lihat orang-orang mengkonsumsi alkohol di siang bolong panas-panas sambil buka baju. Sebagian riset juga mengemukakan bahwa alkohol bisa berpengaruh positif pada jantung, penyakit darah tinggi, dan alzheimer.

Tapi hasil riset ini tidak bisa digeneralisasikan begitu saja. Alkohol yang baik bagi jantung ada dosisnya, penyakit darah tinggi hanya pada wanita muda, dan alzheimer pada sebagian kecil orang tua. Lagi pula, hasil penelitiannya belum/tidak betul-betul konklusif. Simpulannya, jauh lebih banyak aspek negatif dari penggunaan minuman beralkohol dibanding keuntungannya.

Perizinan Mendirikan SPBU Bioethanol

Untuk menghindari kemungkinan SPBU Bioethanol mempunyai fungsi ganda sebagai bar, pub atau warung miras lainnya mungkin untuk perizinan mendirikan SPBU harus lebih ketat. Ini bertujuan agar tidak ada orang bodoh yang mau meminum bahan bakar yang dibeli dari SPBU Bioethanol. Bila perlu harus melibatkan MUI untuk sertifikasinya.. :-).

Secara teknis hal itu dapat dilakukan juga dengan penambahan aditif organoleptik kedalam Bioethanol, seperti bau dan rasa. Sehingga dengan mencium baunya saja orang bodoh sekalipun tidak akan mau meminumnya.

Jadi, dari dua contoh di atas, alkohol alias ethanol bisa bermanfaat sekaligus juga banyak mudharatnya. Semua tergantung kita bagaimana menggunakannya.

About these ads

41 Tanggapan to “Bio Ethanol, Sebagai Bahan Bakar Kendaraan dan Pengendaranya”

  1. dhitos said

    wong spertus aja diminum, nanti lak SPBU buat tempat minum2, atau disamping buat bahan bakar mobil sekaligus buat mabok hehehe :)

  2. EG Giwangkara S said

    itu dia… lha spiritus (metanol / metil alkohol / CH3OH) yang jelas bisa menyebabkan buta aja masih ditenggak, apalagi etanol yang memang sudah familiar di lidah mereka. bau-bau sedikit ga apa lah, toh masih bisa dicampur dengan sirup apel ato sirup cocopandan yang wangi.. rasanya bakalan.. hmmm….. :D

  3. hartono said

    Membaca artikel/tulisan Kang Mas EG Giwangkara jadi banyak tambahan pengetahuan. Pengetahuan yang sophisticated disajikan dengan amat sederhana dan mudah dipahami.
    Salam saya buat kawan-kawan asal Cepu or at least ex-SMAN I Cepu-lah…

  4. mayang said

    boleh juga,kembangkan lagi ya?????????????

  5. esuhendra said

    tulisan bagus mas, tapi agak di ceritain lagi dunk kira2 hasil ujicoba diingrisnya gimana? berhasil ?
    emang bahan bakunya apaan seh? trus kira-kira biaya produksinya mahal gak?

  6. EG Giwangkara S said

    3. Hartono :

    Terimakasih, Pak Hartono… :)
    Saya memang sedapat mungkin menggunakan analogi sederhana yang sering dijumpai sehari-hari dan menghidari penggunaan “bahasa dewa” agar mudah dimengerti bagi teruna/teruni. Sebab terasa oleh saya sih, hal-hal yang sebenarnya sederhana jika disajikan menggunakan “bahasa tinggi” (mungkin maksudnya agar berkesan ilmiah) malah membuat sulit dipahami… :(

  7. EG Giwangkara S said

    4. Mayang :

    yuk… kita kembangkan sama-sama.. :)

  8. EG Giwangkara S said

    5. Pak Eka Suhendra :

    Terimakasih, Pak… :)
    Akhirnya ada juga pembaca dari “orang dalam”… :D
    Sedianya saya memang ingin menceritakan lebih jauh, tapi karena inti dari situs ini adalah tentang QC Minyak Bumi jadi sementara saya mencoba merangkai cerita yang runut dulu, supaya kronologinya bisa dimengerti.

    Bahan dasar etanol yang paling mudah ditemui adalah pati atau apapun yang bisa menghasilkan gula. Gula ini kemudian difermentasi menjadi etanol.

  9. Puji Utomo D3 otomotif said

    bagus bgt mas artikelnya…kalo emang sudah bisa diaplikasikan di seluruh negara bahan bakar ini, otomatis negara dajjal dan sekutunya gak bakalan menggempur timur tengah lagi,dah..amin

  10. mungkin juga sih, tapi malah mengalihkan ke negara yang tanahnya subur kaya kita… :(

  11. rony said

    kalau bisa lebih mendetail lagi penjelasannya. biar kita-kita lebih mengerti

  12. Rifu said

    Secara teknis hal itu dapat dilakukan juga dengan penambahan aditif organoleptik kedalam Bioethanol, seperti bau dan rasa. Sehingga dengan mencium baunya saja orang bodoh sekalipun tidak akan mau meminumnya.

    hm, ini kalo ga salah proses yang disebut denaturalisasi ya? yang disyaratkan oleh cukai supaya bioetanol dapat dipasarkan sebagai bahan bakar, bukan sebagai minuman.

    ng, bukannya lebih sederhana ya kalo ud dicampur bensin? (bensin sebagai agen denaturalisasi nya). ada gitu ya, yang mau minum bensin 90% – etanol 10% ? (E10)

  13. EG Giwangkara S said

    saya emang belum menemukan orang yang mau minum E10, tapi saya pernah menjumpai orang bodoh yang mau minum spiritus (metanol) 10% (dalam air) dan minum kerosin 100%… dan itu rutin dia lakukan ketika dia ingin mabuk…
    dari kenyataan itu bukan tidak mungkin ada orang gila lainnya yang mau minum E10… :)

  14. yopie said

    Jangan kawatir klo bio ethanol buat diminum, setahu saa klo gak salah kan bio ethanol itu campuran 10-30 % ethanol dengan premium. Saya rasa pemikiran paling bijak untuk mengembangkannya.
    Petani tebu & singkong akan berlomba2 menggarap lahan tidur, pemakaian minyak bumi akan hemat (untuk anak cucu), lebih ramah lingkungan, industri ethanol (menyerap tenaga kerja) akan berkembang, subsidi pemerintah berkurang.

  15. Ibnu ABbas said

    Eka punya analisa parameter dan spesifikasi Biodisel.

  16. Moh. fadlan said

    memang Ethanol = Alkohol, tapi kalau dicampur sama bensin, apalagi kalau cuma 5% dari total volume ya orang ngga akan mabuk. jadi ga ada beda sama minum bensin biasa!

  17. jimmy said

    berarti moh.fadlin sudah pernah coba dong :)

  18. [...] « Bio Ethanol, Sebagai Bahan Bakar Kendaraan dan Pengendaranya [...]

  19. nationalurgency said

    wah bagus inspiratif, minta ijin saya kutip di majalah intern kantor biar tambah informasi

    terima kasih

  20. Canlyandi said

    keren..kreatif!
    beo ethanol sangat berguna bagi semua pengendara kendaraan bermotor.

    terima kasih

  21. Venny said

    Oya?? saya mau dong analisa paramater dan spesifikasi biodieselnya (kalo ga keberatan)…..alamat saya vhamdhani@yahoo.com. thx

  22. Venny said

    eh maap biethanol

  23. zona said

    bagus… salah satu peluang bisnis yang prospektif jAUH ke depan, mengingat juga kebijakan pemerintah. Saya ingin tahu proses pembuatannya secara skala rumahan, dan alat-alat apa saja yang diperlukan. alamat saya bdgmania@yahoo.co.id. thanx a lot

  24. brt said

    di brazil sudah dirintis sejak 1975, saat ini >40 % mobil di brazil sudah menggunakan 100% ethanol, sedangkan sisanya campuran antara 5-10% ethanol dan premium (E5-E10) yg terakhir tidak perlu ada modifikasi engine. Yg saya masih binun di Indonesia ethanol nama pasarannya apa ya. saya pikir bukan alkohol, soalnya Etanol adal Etil Alkohol, Metanol Metil Alkohol dsb, terus spirtus itu metil Alkohol atau Alkohol ????????????

  25. Di Indonesia (dan di negara lain juga, cmiiw), untuk orang awam sebutan alkohol pada minuman tuh maksudnya adalah etanol. Sedangkan spiritus sendiri adalah metanol.

  26. Rachman said

    Di indonesia sudah ada koq sudah ada dan sudah dipasarkan koq bio ethanol ini. dan hasil nya oke. tarikan jadi lebih ringan dan spontan. bagi pemakai pertamax bisa turun pakai premium + bio ethanol ini 20% hasil nya ok. untuk info lebih lanjut contact email yur27@yahoo.com atau contact ke 0818.182280

  27. wongso said

    salam kenal saya mahasiswa di bidang tenik kimia.
    kalo boleh saya ingin mengetahui tentang etanol lebih banyak,mohon bimbingannya.
    email saya: spielen14″yahoo.de
    terima kasih atas bimbingannya.

  28. wongso said

    * email saya: spielen14@yahoo.de

  29. Aan Permana said

    Saya setuju banget…Ethanol adalah bahan bakar alternatif yang bisa sangat maju di Indonesia. mengingat indonesia tanahnya subur, apalagi untuk tanaman yang berkarbohidrat tinggi. Saya juga sudah mulai merintis pembuatan ethanol dan Waterfuel. Dan sebaiknya mas giwangkara memberikan secara praktis kepada petani-petani kita. Saya mau bergabung kepada siapa saja yang mau mengembangkan energi alternatif ini, misinya untuk kemaslahatan rakyat Indonesia. Karena mengingat negara masih terus bergantung kepada negara luar dan hal itu membuat kita semua prihatin terutama para petani kita yang tidak pernah terangkat hajat hidupnya. bagi yang mau sharing dan kerjasama bisa hub saya : aan_per@yahoo.com

    Terimakasih

  30. teruci said

    Kami sedang berupaya mensosialisasikan penggunaan bioethanol di kalangan anggota klub kami. Tapi banyak yg tanya secara bioethanol bersifat higroskopis (menyerap air), apakah ada efek negatif buat mesin? misalnya mogok atau rusak?

    Salam,
    ciput|teruci-0003|kumendan

  31. PONKY said

    PADA BELAJAR AMA BRAZIL NOH…2 DARI 3 MOBIL BERBAHAN BAKAT ETHANOL… PLEASE DECH PERTAMINA OR PERTAMBNAGAN BAHAN BAKAR LAINNYA JANGAN MEMBODOHI RAKYAT INDONESIA…!!!

    BRAZIL BAHKAN PRODUSESN BAHAN BAKAR ETHANOL DARI TEBU TERBESAR DIDUNIA.. TEBU BOO BUKAN DIMINUM AMA TEH/GULA/KOPO TERUS JADI DIABETES,..

    KASIAN DECH LUCH RAKYAT BODOH INDONESIA.. MAHLUK TERHINA DAN TOLOL DIBODOHI HABIS HABISAN AMA PEMERINTAH.. KARENA UANG MINYAK BUMI SYUURP…

  32. Aris T.S. said

    Aku masih belon yakin alkohol bisa dipakai ganti bensin.

  33. Erwin Sentosa said

    Terimakasih atas tulisan dan pendapatnya
    saya fikir memang lebih baik menggunakan energy Bio diesel sebagai penggerak mesin dan atau pembangkit tenaga mekanik.
    sama sama kita ketahui bahwa energy dari fosil akan habis, Syukur Alhamdulillah telah di temukannya Energy Bio Diesel, mengenai penyimpangan atas pemakaian itu lain cerita yang mana harus di Buat peraturan tersendiri, tapi intinya bagaimana dapat dimanfaatkan untuk rakyat
    yang ingin saya tanyakan dimana saja Pabrik Ethanol tersebut dan masing – Masing kapasitas Produksinya pertahun.
    terimakasih

    Erwin Sentosa

    erwin.escort@yahoo.co.id

  34. fauzi said

    Bagi yang mau gunakan ethanol sebagai pengganti bbm sebaiknya ketahui bahwa mengganti alkohol dengan bensin harus disetel kabiratornya karna bensin dan alkohol oktan berbeda tapi nyetelnya mudah kok dan bila mobil injection sistim komputer tidak perlu disetel karena akan bekerja otomatis bila ditambahkan alat fuelflex kedalam kendaraan dan cara pasang alatnya mudah 15 menit aja. mau lebih jelas tentang alat distilasi(penyulingan),fermentasi,pemurnian dengan molecular sieve,alfha,gluko boleh hub 081386539503

  35. Henry said

    saya sangat tertarik dengan bio-ethanol ini, dan saat ini saya sedang mempelajari lebih dalam tentang bio-ethanol. mohon buat teman2 yg punya informasi tentang bio-ethanol dapat membagikan ke forum ini.
    informasi yang ingin saya dapatkan adalah:

    1. dimana bisa mendapatkan mesin pembuat ethanol?
    2. analisa produksi utk ethanol?
    3. bagaimana dengan pemasarannya?
    4. siapa saja yg dpt menggunakan bio-ethanol ini?

    terima kasih atas info yg diberikan

    henry > henry_ranonto@yahoo.com

  36. teman saya membuat pabrik bio ethanol berbahan baku singkong di desa nyangkowek cicurug sukabumi jawabarat namanya bpk winandar telp 02168560686. jadi sebenarnya industriCiu di solo juga bisa digunakan untuk bahan bakar alternatif. sejak tahun 50 an BRAZIL sudah memakai bahanbakar ETANOL dari AMPAS TEBU maka brazil menolak jadi anggota OPEC.

  37. RIMO said

    sesuai dengan hukum kekekalan energy: bahwa suatu energy itu tidak akan hilang melainkan akan berubah ke dalam bentuk lain, (mode sok tau “ON”).
    contoh energi kinetik yg di hasilkan oleh air memetar turbin menghasilkan energy listrik yang dapat berubah menjadi banyak: panas, kinetik (kipas angin, dkk, maka energi yang di hasilkan oleh tumbuhan dan di ubah bentuk menjadi sumber energi lain seperti: bio solar, bio etanol dkk, maka ketika si sumber energi nabati itu di bakar/ di gunakan akan menghasilkan gas buang yang seimbang dengan seberapa banyak bahan bakar nabati yang di bakar/ di gunakan dan gas yang di hasilkan akan di manfaatkan oleh si produsen(tumbuhan)untuk memproduksi si sumber energi alternatif dalam proses
    fotosintesis => CO2 + H2O —> C6H12O6(gula/pati) + energy
    maka apa yang di bakar dan meng hasilkan gas buang akan seimbang dengan apa yang di butuhkan oleh tumbuhan dalam membentuk pati dkk sebagai sumber energi nabati, klo mo tanya e mail aja ke rimo.mukti@yahoo.com

  38. dian 50th said

    gimana sih mas eka caraq mencapurkannya??? ada perbandingan tertentu g berapa % perbandingan antara ethanol dan gasoline supaya didapatkan gasohol yyang cocok dengan mesin motor kita…..karena saya pernah mencoba blending dengan 80% gasoline dan 20% alkohol dan saya jadikan bahan bakar motor saya…eh, malah susah starter…

  39. prayogo said

    pertamina harus berani membeli langsung dari produsen2 kecil,biar gak kekurangan stok.sementara produsen kecil kesulita memasarkan hasil produksinya ke penampung besar kayak pertamina.jadi sy kira harus ada perantara diantara mereka.

  40. Budi said

    Saya ingin tanya, yang digunakan yntyk campuran besin itu etanol yang kadarnya berapa %?,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: