NgélMu – aNgél sadurungé keteMu

Gerhana Satelit

Posted by EG Giwangkara S pada Kamis, 14 September 2006

Nah lo… apa lagi ini ?

Selama ini mungkin kita hanya mengetahui dua jenis gerhana, yaitu Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan. Lalu sekarang kenapa ada jenis gerhana baru, yaitu Gerhana Satelit ? Apa bedanya dengan dua gerhana yang lainnya ? Well, Gerhana Satelit bukan merupakan hal yang baru, meskipun jarang terdengar peristiwanya. Gerhana Satelit telah ada sejak diluncurkannya satelit buatan manusia ke ruang angkasa.

Gerhana merupakan kejadian alam akibat dari gerakan tata surya planet-planet yang mengelilingi matahari. Selama ini kita mengenal ada dua jenis gerhana, yaitu :

  1. Gerhana Matahari, dimana matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis, maka daerah lintasan proyeksi matahari, bulan dan bumi mengalami gerhana matahari, dimana jika dilihat dari bumi matahari akan terhalang bulan. Suasana siang hari yang cerah saat gerhana terjadi akan berubah menjadi gelap selama 4 – 7 menit, kemudian terang kembali. Indonesia pernah mengalami gerhana matahari total pada tahun 1984. (cmiiw).
  2. Gerhana Bulan, dimana matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis, maka lintasan proyeksi matahari, bumi dan bulan, mengalami gerhana bulan dimana jika dilihat dari bumi bulan akan tertutup oleh bayangan bumi. Gerhana bulan terakhir yang terjadi adalah minggu lalu pada tanggal 7 – 8 September 2006.

Terjadinya Gerhana Satelit

Lalu bagaimana kejadian pada gerhana satelit ? Apakah sama seperti halnya gerhana matahari atau gerhana bulan ? Ya, filosofinya sama saja, yaitu ada objek lain yang menghalangi Bumi dengan Matahari.

Satelit, karena letak orbitnya (khususnya satelit telekomunikasi) berada diantara Bumi dan Matahari, tepatnya persis diatas garis khatulistiwa bumi kita, kira-kira berjarak 36.000 km diatas permukaan bumi. Titik orbit satelit tersebut dinamai geo stasioner orbital (GSO). Pada lintasan orbit tersebut, satelit telekomunikasi yang banyak jumlahnya itu semuanya beredar mengelilingi bumi dengan kecepatan lintasan yang relatif tetap terhadap satu titik di Bumi.

Dalam siklus satu tahun peredaran bumi mengelilingi matahari, terjadu juga pergeseran sumbu utara – selatan bumi yang berakibat seolah-olah matahari bergeser kadang ke selatan khatulistiwa dalam kurun waktu September sampai dengan Maret, dan kadang di sebelah utara khatulistiwa dalam kurun waktu Maret sampai dengan September.

Dari kejadian tersebut menyebabkan dua hal utama di Bumi. Pertama ; menyebabkan terjadinya perubahan suaca di Bumi selama kurun waktu satu tahun, terutama di daerah sub-tropis. Kedua ; menyebabkan adanya gangguan telekomunikasi sistim satelit sebanyak dua kali dalam satu tahun peredaran bumi mengelilingi Matahari. Saat matahari melintasi khatulistiwa dari Utara ke Selatan dan sebaliknya (dimana diatas khatulistiwa banyak terpasang satelit telekomunikasi, terutama satelit kita), maka dikenl dengan peristiwa Gerhana Satelit.

Posisi Bumi - Satelit - Matahari

Gerhana satelit terjadi ketika matahari dalam beberapa saat tepat berada pada satu garus lurus dengan satelit terhadap stasiun penerima di Bumi yang memakai antena parabola. Karena ukuran satelit relatif kecil, maka bayangan satelit tersebut tidak sampai menghalangi cahaya matahari yang tepat jatuh di antena parabola. Hal ini bukan sebagai penyebab utama gangguan satelit telekomiunikasi.

Gangguan Telekomunikasi Saat Terjadi Gerhana Satelit

Gerhana Satelit (Sun Outage atau Sun Fade atau Solar Outage) adalah suatu perwujudan penurunan sinyal gelombang radio pada jaringan telekomunikasi yang menggunakan satelit yang disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :

Karena letak Feed (horn) tepat pada garis sumbu di titik fokus dari reflektornya, dimana terpasang LNA/LNB (Low Noise Amplifier / Low Niose Block) yang merupakan komponen penerima aktif sebagai penguat sinyal yang sangat lemah. Saat terjadi gerhana satelit LNA/LNB tersebut akan mengalami pemaparan energi panas yang berlebihan, yang berasal dari pemfokusan secara sempurna energi panas matahari oleh reflektor antena tersebut, yaitu letak sumber energi panas dalam suatu sumbu reflektor antena yang difokuskan ke arah Feed (Horn).

Jenis Parabola

Saat terjadinya gerhana satelit tersebut, maka terjadi juga peningkatan suhu relatif yang ekstrim pada LNA/LNB, sehingga sistim penguat sinyal bekerja di luar kemampuannya dan hanya menghasilkan noise (derau) serta dapat merusak sistim penguat sinyal radio.

Untuk menghindari resiko kerusakan tersebut di atas, maka pada LNA/LNB dilengkapi dengan swits pelindung (switch protector) yang akan bekerja otomatis menghentikan kerja sistim penguatan saat temperatur relatif naik secara signifikan, dan akan menghidupkan kembali sistim penguatan saat temperatur relatif mulai turun kembali. Ini terjadi saat posisi matahari telah bergeser dari tempatnya semula.

Demikian seterusnya siklus gerhana ini akan terjadi dan berhenti dengan sendirinya pada hari dan jam tertentu secara berulang setiap bulan Maret dan September tiap tahunnya. Gerhana Satelit akan berlangsung selama ± 4 sampai dengan 7 hari dengan durasi sekitar delapan menit pada setiap kejadiannya. Meskipun demikian banyak faktor lain yang ikut mempengaruhi lamanya durasi gerhana satelit, yaitu mencakup ukuran antena parabola, frekwensi yang digunakan dan letak koordinat stasiun buminya.

Karena kecepatan lintasan bumi mengelilingi matahari dalam satu siklus adalah tetap, maka kejadian gerhana satelit dapat diramalkan secara presisi dengan ketepatan sampai hitungan detik.

Lamanya peristiwa gerhana satelit ditentukan oleh beberapa faktor :

  • Lebar lintasan propagasi yang dilihat dari antena parabola di bumi.
  • Sudut lintasan matahari dilihat dari bumi (± 0,25°).
  • Energi gelombang RF yang dipancarkan oleh matahari.
  • Kuat sinyal yang dipancarkan dari satelit yang bersangkutan.
  • Performansi sistim pengual stasiun penerima dan faktor-faktor lainnya.

Artikel ini dimaksudkan untuk pembelajaran masyarakat dan industri, terutama pengguna antena parabola. Diharapkan masyarakat dapat mengetahui dan memaklumi jika pada waktu-waktu seperti yang sudah dijelaskan diatas terjadi gangguan pada komunikasi dengan satelit, atau agar dapat mengantisipasi dengan tidak menggunakan sistim telekomunikasi pada saat terjadinya gerhana satelit.

29 Tanggapan to “Gerhana Satelit”

  1. ulil said

    ada ya gerhana satelit, aq pikir cman ada 2 gerhana.

    trim`s ya informasinya. datanya mbwat pengetahuan_qu bertambah.

  2. ulil said

    o ya……
    dengan gerhana satelit tsb. kejadiannya sama g dengan gerhana bulan ato gerhana matahari

  3. Anoedie said

    Lumayan…bisa tambah wawasan….

  4. intan said

    hm…. Q bR tHu TrXta bkN hX 2 gRhNa… tp, ad 3… Eh, apakah masih ada gerhana2 lainya..???

  5. ethan6990 said

    MANTAP…..bz tambah wawasan…

  6. yay said

    lumaya PsiNG Jg YAaa tTNg GeRhanA
    Ta pi JadI LbIh banyk Tw Dh TtG gErhana !!!!!!!!

    MakCh Yaaaa!!!!!!!

  7. dinarkha said

    26 jauari 2009 terjadi gerhana cincin. di indonesia.

  8. agskonrad said

    sangat membantu pembelajaran siswa……….sukses

  9. violanda said

    Mungkin ada gerhana lainnya,jika TUHAN nengijinkan.Dengan adanya internet saya bisa melihat berbagai pengatuhan termasuk pengetahuan di atas.Terima kasih atas perhatiannya…………

  10. endang said

    InsyaAllah semoga masih ada kesempatan buat menyaksikan kebesaran Allah; melalui adanya gerhana bulan dan matahari.Terima kasih…………

  11. KUAT RISYANTO said

    kalau ada istilah gerhana satelit, seberapa besar pengaruhnya pada bumi:
    1. berapa luas wilayah yang mengalami gelap
    2. berapa lama waktu gerhana tsb
    3. karena di atas bumi banyak satelit, berapa kali dalam setahun terjadi gerhana satelit
    Trim dari purbalingga

  12. Yuki said

    wowwwww……
    ru tau dechh….

  13. Rius Pandiangan said

    IPSTAR is very happy!

  14. Kang Artha said

    mantep gan numpang ngopi ya

  15. gerhana ada 2: pas tahun baru gerhana bulan, sekarang gerhana matahari. tapi kok malah tambah lagi sich? tambah gerhana satelit jadi 3. capedeh… gubrak!!! tapi ga’ papa dech, jadi tambah ilmu, hehehe…

  16. Om Didiek said

    Terima Kasih alias “Matur Nuwun”, saya dapat bahan untuk menjelaskan anak saya yang beru kelas 4 SD, tapi sudah kepingin tahu proses terjadinya gernaha bulan dan gerhana matahari..matur nuwun nggih

  17. subhanallah begitu banyak keajaiban allah yng tlah dbrkan kpd kita..

  18. mkasih atas ilmunya…hehehe…ya buat tambah wawasan

  19. lutfi said

    wah hebat ya….
    ternyata ada banyak gerhana!!
    q baru tahu….

  20. wah…, ternyata ada jg gerhana satelit!!
    bisa nambah wawasan lebih banyak lg nih….🙂

  21. wulan said

    subhannallah…….maha suci Allah dengan segala keagungan-Nya…..:)

  22. putri said

    ngono yeeeeeeeeeeeeeeeehhh ????????????????????????????////

  23. wkwkwkwkwkwkwkkwkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww

  24. Egoz Nahak said

    Thanks buat infonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: