NgélMu – aNgél sadurungé keteMu

Sejarah Perminyakan di Indonesia – Bagian Pertama

Posted by EG Giwangkara S pada Minggu, 18 Maret 2007

Edwin Laurentine Drake (1819-1880)Sejarah industri minyak modern tidak bisa lepas dari nama Edwin Laurentine Drake (1819-1880) yang dikenal juga sebagai Colonel Drake.  mBah Drake ini didaulat juga sebagai “Bapak” industri perminyakan modern, karena pada tanggal 27 Agustus 1859 untuk pertama kalinya melakukan pengeboran minyak secara komersil di Titusville, Pennsylvania, Amrik sana. Pada hari itu mata bor mBah Drake menyentuh lapisan minyak pada kedalaman 60,5 kaki (± 21 meter). Meskipun jika kita merujuk pada bukunya Ida Tarbell pada tahun 1904 dalam bukunya “The History of Standard Oil” menyebutkan bahwa sumur minyak yang dibuatnya bukan merupakan idenya mBah Drake, tapi ide dari pekerjanya yaitu George Bissell.

KatapelJauh sebelum mBah Drake memulai manték bumi untuk ngebor minyak, minyak bumi sudah diketahui dan digunakan sebagai alat perang pasukan Alexander Yang Agung (356 SM – 323 SM) untuk digunakan pada anak panah berapi dan katapel besar yang menggunakan bola peluru berapi. Di Indonesia sendiri konon minyak telah digunakan juga sebagai alat perang oleh armada kapal pasukan Kerajaan Sriwijaya, meskipun saya sendiri belum pernah melihat atau membaca data otentik tersebut.

Awal Kegiatan Perminyakan di Indonesia

Sejarah industri perminyakan modern di Indonesia sendiri diawali pada tahun 1870 oleh P. Vandijk, seorang engineer Belanda di daerah Purwodadi – Jawa Tengah, tepatnya di desa Ngamba, melalui pengamatan rembesan-rembesan minyak di permukaan tanah.  Di desa Ngamba tersebut mBah Vandijk mendapatkan rembesan air asin yang mengandung minyak. Tapi karena terjadi gempa di Yogyakarta pada tahun 1867 hampir semua rembesan tersebut tertutup dan tidak mengeluarkan rembesan minyak lagi. Yang tertinggal hanya air asin yang berbau minyak.

Pada bulan November 1895 perusahaan Mac Neill & Co. di Semarang mendapat konsesi di daerah tersebut  selama 15 tahun. Kemudian pada bulan April 1896 dirubah menjadi 75 tahun, dan daerahnya meliputi Klantung Sejomerto.

–  Kok masa konsesi yang pertama belum setahun sudah dirubah, Kang ?

+  Biasa, cara kapitalis…
Tau prospeknya bagus langsung kemaruk diperpanjang…

Beberapa orang Cina yang memiliki tanah di daerah tersebut ikut mengajukan konsesi dan dikabulkan dengan Surat Keputusan Gubernur Jendral Hidia Belanda No. 11 tanggal 11 Juli 1894. Tapi karena ga mampu ngelola akhirnya haknya dipindahkan kepada Perseroan Terbatas yang bernama Java Petroleum Maatschappij yang ngantor di Amsterdam.

…… bersambung……

Berikutnya : Konsesi di Sumatera Bagian Utara

Sumber foto :

  1. Edwin L. Drake : http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Edwindrake.jpg
  2. Katapel :  http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Replica_catapult.jpg

–  Lhooo..lho..lho… baru sedikit dah dipotong. Nanggung, Kang…

+  Kéheula’anan… tar dulu…
Saya baru ngèh belum meriksa laporan anak-anak kerja praktek di kantor.
Sudah jam setengah satu pagi dan saya samasekali belum buka laporan
mereka, padahal janji tar siang nyuruh mereka ambil ke rumah.
Lha.. delalah kok besok juga janji ke anak-anak saya untuk ngajak renang.
Sabar ya…🙂

_

14 Tanggapan to “Sejarah Perminyakan di Indonesia – Bagian Pertama”

  1. restoe said

    waah ditunggu kelanjutannya niiih, nice post🙂

  2. sabar.. sabar….🙂

  3. p4r4d1s3 said

    penasaran nie,. lanjut donk..

  4. Soetrisno said

    Pak Giwang, bagus sekali post-nya nanti kalau sudah selesai, saya minta ijin utk ditampilkan disitus http://www.chem-is-try.org agar pengetahuan ttg sejarah minyak bumi ini bisa dinikmati juga oleh pembaca http://www.chem-is-try.org .

  5. bagus bgt neeh…!
    lanjutan nya mana, ditunggu ya post selanjutnya, coz gih butuh-butuhnya sama minyak
    hehe…
    Moga lancar aj deh

  6. yudi 37 said

    masukan aja untuk karya2 pak giwang nih….
    menurut saya sebaiknya tidak ‘ditulis oleh….’ tapi ‘disusun oleh…’

    terus disebutkan juga referensi-nya, tidak hanya sumber foto.
    salut buat pak giwang, maju terus untuk berkarya

  7. randurini said

    wah, enak banget dibacanya mas. saya yang bodo ini jadi ngeh dan faham. aku boleh pake untuk pengantar film hemat energi gak? nuwun sanget lho…

  8. sok… silahkan… selama tidak digunakan untuk keperluan komersil.

  9. beda tetap satu said

    tolong jelasin sejarah kemana uang hasil perindustrian minyak diindonesia yang begitu besar dan bisa memakmurkan rakyat indonesia

  10. zzz said

    menjawab no.9
    uangnya jelas ke perusahaan asing atau milik swasta sebagai pengelolanya.
    lha wong Negara itu kok mau2nya dicocok hidungnya sama barat(IMF,dll melalui perjanjian hutang dsb) sehingga manut aja ketika disuruh privatisasi perushaan milik negara yag tentunya mengurusi sumber daya milik rakyat. mboh….orang2 di pemerintahan itu kok ya rakus banget dan bodoh banget, g jentle..pengecut…. gimana tiidak? rakus karena uang hasil pajak perusahaan minyak dan perjanjian itu banyak juga yg mampir e kantong2 mereka. lha rakyatnya kok diacuhka. ingetnya kalo dah di ingetin dan dah banyak korbannya.bodoh karena kecerdasan mereka hanya tunduk aja saama ajaran2 kapitalis dari barat, terutama, dan tunduk aja sama kapitalis. pengecut karena sejatinya mereka selain rakus juga takut mati di bom oleh negara kapitalis yang senjatanya…wuihhh…mereaka rela negara tidak dibom secara fisik, tapi mereka memilih engebom dirinya dan rakyatnya pelan2…dimiskinkan, dibusunglaparkan, mati…jahat. katanya sih meeka para pejabat kasihan. mereka capek juga ngurusin rakyat. GIMANA THO??/YANG NAMANYA PEJABAT NEGARA ITU HARUSNYA LEBIH CAPEK DAN LEBIH LAPAR KETIKA RAKYATNYA LAPAR. MEREKA MEMILI JADI PEJABAT=MEMILIH CAPEK DAN LELAH…TAPI KALO AMANAH, SYURGA DEH JAMINANNYA….TAPI MEREKA MILIH TIDUR ENAK2 DI RUMAH, SEDANG RAKYATNYA DIURUS SEPERLUNYA DAN PERHATIAN MEREKA HANYA JANGKA PENDEK MANFAATNYA. ya, seperti diijinkannya dimilikinya migas ini oleh perusahaan asing (exxon,freeport,dlll anyak). negar mi;lih dapat pajaknya saja , dan semua minyak, gas, emas, dan mineral lan biarlah dimiliki perusahaan itu. pajak dan sharing profit dah untung. mungkin itu yang ada di kepala pemerintah. daripad g terolah….ANEH. HARUSNYA TUH, NEGARA MENGUPAYAKAN ALAT,BIAYA, TENAGA AHLI, DLL UNTUK MEMANDIRIKAN PENGEKSPLORASIAN BARANG TAMBANG MILIK RAKYAT INDONESIA. anaeh…..takut atau sengaja? kekayaan alam adaalh milik rakyat dan sudah semestinya dibalikin ke rakyat. tapi orang2 kapitalis mAnggap, Rugi kalo dibalaikin ke rakyat…jadi bagaimanapun harus dimilkinya dan dikelolanya..PENGHIANAT…TUNGGU AJA DI NERAKA… KALO GA TOBAT SEKARANG AN BERANMI MELAWAN KAUM KAPITALIS TERSEBUT….kok lupa kalo dunia ini hanya seperti TITIK , sebentarrr banget…nah akherat, surga-nerakla itu yang kekal….semoag tuhan mengokohkan orang2 yang berjuang…..ALLOHU AKBAR

  11. Tulisannya mirip mirip dongeng nya geologi ….
    Di tunggu dongengan ala Pak Giwang berikutnya ….

    thanks

    http://hazwelding.wordpress.com

    ———–

    hehehhe…..
    inspired by him…🙂

  12. maximaginaga said

    Jadi manusia hanya butuh 300 tahun untuk menghabiskan minyak bumi? ck ck ck… luar biasa!

  13. tulangku said

    haduh akang,pengen tahu samapai mana seh perminyakan di Indonesia…kemaren jg sempet baca2 ternyata Indonesia menjadi negara penghasil Gas terbesar didunia ya kang???

  14. semua itu gk benar
    minyak pertama kali di temukan di indonesia
    bertepat di P.brandan sumatra utara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: